Banggar Berita » Asumsi Rata-rata Rupiah 2013 Jadi Rp 10.200 per Dolar AS
Asumsi Rata-rata Rupiah 2013 Jadi Rp 10.200 per Dolar AS
Penulis : - Editor : Rabu, 28 Agustus 2013 17:56:38

MENTERI Keuangan M Chatib Basri mengatakan, dalam APBN-P 2013 rata-rata nilai tukar rupiah sebesar Rp 9.800. Namun, dengan perkembangan sekarang asumsi itu perlu direvisi untuk mengantisipasi perkembangan nilai tukar.

 

Senayan - Kondisi perekonomian global telah menekan kurs rupiah terhadap dolar. Kurs rupiah sepanjang tahun diprediksi rata-rata sebesar Rp 10.200 per dolar AS.

Menteri Keuangan M Chatib Basri mengatakan, dalam APBN-P 2013 rata-rata nilai tukar rupiah sebesar Rp 9.800. Namun, dengan perkembangan sekarang asumsi itu perlu direvisi untuk mengantisipasi perkembangan nilai tukar. "10.200 itu rata-rata, bukan level," kata Chatib saat Raker dengan Badan Anggaran (Banggar) terkait Penyampaian Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2014 di Ruang Banggar, Rabu (28/8). Hadir juga Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana dan Gubernur BI Agus Martowardojo.

Menurut Chatib, turbulensi perekonomian Indonesia saat ini berdampak ke pasar saham. Sehingga muncul kekhawatiran kondisi ini akan mempengaruhi stabilitas keuangan Indonesia.

Menkeu juga menyampaikan outlook perekonomian Indonesia. Beberapa asumsi dasar RAPBN diperkirakan akan mengalami revisi. Misalnya, untuk pertumbuhan ekonomi yang di RAPBN 2014 ditetapkan 6,4 persen, kemungkinan akan ada revisi di angka 5,8-6,1 persen. Lalu nilai tukar rupiah yang di RAPBN 2014 sebesar Rp 9.750, akan direvisi sebesar Rp 10.000-Rp 10.500.

"Kita harus realistis sehingga pasar dapat menangkap ini sebagai bentuk antisipasi perekonomian ke depan," jelas Menkeu.

Baca "Banggar" Lainnya
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
1234
Selasa, 16 September 2014 06:01:33
Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

  Senayan – Pelaksana Tugas ...
Sabtu, 30 Agustus 2014 13:01:03
Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

  Jakarta - Isu kenaikan harga Bah...
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
1234

MATA MASSA

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Sidang Terakhir SBY Bersama DPR dan DPD

CursorTerpopuler

Diprotes IDI, Ribka Tjiptaning Minta Buka-bukaan Soal Profesi Dokter

Senayan - Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning menantang Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin untuk buka-bukaan soal profesi dokter di Indo...
Iklan Footer